BRMP DIY Diseminasikan Modernisasi Budidaya Ternak Unggas Spesifik lokasi DI Yogyakarta
YOGYAKARTA-(02/04/2026) BRMP DIY menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Bimbingan Teknis Diseminasi Modernisasi Budidaya Ternak Unggas dan Aspek Ekonominya, Spesifik lokasi DI Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok peternak di kota Yogyakarta. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan motivasi, pengetahuan, dan ketrampilan dalam membudidayakan aneka ternak unggas untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan masyarakat kota Yogyakarta pada umumnya, dengan memanfaatkan lahan pekarangan maupun lokasi-lokasi yang memungkinkan dari anggota kelompok ternak. Harapan dari kegiatan ini, peserta mampu membudidayakan aneka ternak unggas yang sehat, menggerakkan ekonomi peternak dan dapat mengurangi dampak lingkungan dari usaha peternakan aneka unggas yang dijalankan anggota kelompok.
Pada kesempatan tersebut disampaikan modernisasi budidaya aneka unggas spesifik lokasi DI Yogyakarta dan tentang pengenalan dan pengendalian penyakit pada unggas. Keberhasilan dalam budidaya unggas terdiri dari komponen genetik, lingkungan, pakan, dan manajemen pengelolaan peternakan. Fokus tujuan beternak apakah untuk menghasilkan telur maupun daging semestinya disesuaikan dengan genetik unggas yang di pelihara.
Lingkungan termasuk didalamnya kandang menjadi komponen penting mendukung ternak tumbuh dengan sehat berdampingan dengan lingkungan rumah tangga. Kunci utama yang sehat harus memenuhi syarat: Beratap tidak bocor, lantai kandang lebih tinggi dari muka tanah lainnya sehingga kering dan tidak lembab, Ventilasi cukup, kuat, aman, sinar matahari masuk terkendali. Peternak wajib memberikan Pakan unggas dengan kandungan nutrisi (protein) sesuai standar dan fase pertumbuhan unggas. Ternak unggas ayam fase starter dengan protein antara 19 – 22%, grower antara 16 – 19%, dan layer antara 16,5 – 18%. Puyuh mempunyai kebutuhan nutrisi pada fase starter 20 – 24%, Grower 17 – 20%, dan fase layer 20 – 22%. Itik mempunyai ketuhan pada fase starter lebih dari 18%, fase grower minimal 15% dan fase layer minimal 17%. Pakan pabrikan pada saat ini cukup mahal, maka untuk menekan biaya pakan peternak harus melakukan identifikasi bahan pakan lokal dan pabrikan serta menyusun formulasi pakan sesuai standar tesebut. Jumlah pemberian pakan per ekor menyesuaikan umur dan jenis ternak yang dipelihara.
Penyakit unggas disebabkan oleh bakteri, parasit, virus, dan protozoa. Pengobatan penyakit karena bakteri dapat dengan memberikan antibiotik, sedangkan parasit memberikan obat antiparasit, dan penyakit yang disebabkan oleh virus dengan melakukan vaksinasi secara berkala sesuai jadwal vaksinasi yang diperlukan masing masing unggas. Peternak harus terus belajar mengenal penyakit agar dapat memberikan penanganan penyakit dengan tepat melalui konsultasi dengan dokter hewan atau paramedis di puskeswan setempat. Pencegahan penyakit yang paling utama adalah dengan menerapkan biosekurity yang ketat, menjaga kebersihan kandang, serta memberikan semprotan disinfektan secara rutin 4 – 7 hari sekali.